Rabu, 16 Januari 2019

Jangan Terperdaya Manfaat Coklat

Ungkapkan rasa kasih sayang pada pasangan Kamu dengan memberbagi hadiah coklat (gifts chocolates). Ada juga yang memberbagi kue coklat. Tidak hanya lezat, cokelat terbukti dikenal bermanfat untuk kesehatan.

Telah tidak sedikit penelitian yang membuktikan bahwa coklat mempunyai khasiat untuk kesehatan. Zat bio-aktifnya berupa anti oksidan terbukti diyakini berguna dari segi medis, dan dengan cara psikologis mengkonsumsi coklat pun bisa memunculkan rasa enjoy.

Tetapi begitu jangan hingga terperdaya dengan khasiat dari makanan manis nan lezat ini. Ada baiknya mempertimbangkan lagi alias pun lebih bijak memilih produk coklat, apakah itu kue coklat, coklat murni, dsb sebab bukan mustahil Kamu justru bakal mendapat kemenyesalannya ketimbang kegunaaan yang diinginkan dari makanan ini.

Pentingnya untuk mempertimbangkan lagi coklat sebagai kudapan timbul seusai suatu  jurnal kesehatan ternama dalam edisi terakhirnya menyebutkan bahwa khasiat coklat saat ini telah tidak sedikit “disalahgunakan”. Apalagi dengan tidak sedikitnya cafe coklat (cafe chocolates) terus membikin orang-orang "membabi buta" kepada coklat.

Adalah jurnal Lancet yang mengabarkan bahwa tidak sedikit produsen coklat saat ini justru menghapus kandungan flavanols sebab rasanya yang pahit. Walhasil, tidak sedikit produk coklat yang beredar di pasaran saat ini hanya didominasi lemak dan gula saja. Padahal kedua zat ini justru adalah musuh bagi jantung dan pembuluh darah. Sehingga hadiah coklat (chocolate gift) Kamu bisa sehingga tergolong ke dalamnya.

Jangan Terperdaya Manfaat Coklat

Tidak sedikit riset yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi coklat bisa mengurangi risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah dan menghapus capek. Tetapi menurut postingan yang ditulis dalam jurnal Lancet, coklat justru bisa memperdaya. Sehingga hati-hati dalam menjadikan coklat sebagai chocolate gift.

“Ketika perusahaan coklat membikin gula-gula, bahan coklat alamiah padat yang membikin warna menjadi lebih hitam dan flavanols yang rasanya pahit, justru dihilangkan. Oleh sebab itulah, coklat yang terkesan hitam pun bisa sehingga tidak mengandung flavanol.

Konsumen juga rutin dibangun buta dengan kandungan flavanol dalam coklat sebab produsen jarang memberi keterangan tentang info ini dalam produknya,” tulis Lancet.

Jurnal tersebut juga menekankan bahwa meskipun flavanols terkandung dalam suatu  produk coklat, para penggemar coklat wajib masih mewaspadai zat alias kandungan lainnya. Sehingga berhati-hatilah umpama saat Kamu berada di cafe chocolates / cafe chocolate.

Setan dalam coklat hitam adalah lemak, gula dan juga kalori yang terkandung di dalamnya. Untuk memperoleh khasiatnya buat kesehatan, untuk yang suka makan coklat hitam dalam jumlah sedang wajib menyeimbangkannya dengan mengurangi asupan makanan lainnya. Ini pekerjaan yang tidak mudah bahkan untuk yang rajin menjaga asupan kalori sekalipun.